Selasa, 06 Agustus 2013

KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK



Setiap minggu ada saja berita dalam koran yang memberitakan  adanya kejahatan seksual terhadap anak.   Alasan klasik adalah anak yang menjadi korban dari pelecehan seksual itu karena korban yang lemah. Seorang anak wanita atau perempuan yang tak berdaya karena dia diancam oleh pelakunya. Bukan hanya itu  para korban itu tak lagi mempunyai pilihan untuk berteriak atau meminta pertolongan sebelum hal itu terjadi.  
                Mengagetkan ketika Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak melaporkan pada tahun 2012 terdapat 2,637 kasus pengaduan kekerasan terhadap anak. Dari  sekian banyak, 62% dari angka 2,637 merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak.  Jumlah ini melonjak 20% dari data 2010.  Korbannya adalah anak dari keluarga ekonomi menengah kebawah.   Angka diatas mempresentasikan bagaimana masalah kekerasan seksual tidak ditangani dengan baik.   Benak saya selalu dipenuhi dengan pertanyaan apa yang dilakukan pemerintah, DPR, dan masyarakat.

                Komisi Nasional Perlindungan Anak telah melakukan usaha membuat petisi on line , minta dukungan kuat kepada masyarakat. Tema petisi adalah  “Bebaskan Anak dari Kekerasan Seksual”.  Dalam petisi yang ditujukan kepada Presiden RI (SBY),  , DPR-RI, Kapolri, Kemenhumkan, KPP-PA

                Untuk memberikan jaminan perlindungan hukum bagi anak-anak korban kekerasan seksual, dimana pemerintah harus segera melakukan amandemen UU Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002 mengenai ketentuan pidana kekerasan seksual dari ancaman hukuman maksimal 15 tahun menjadi minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup.
                
               Sebuah petisi hanya bagaikan gong kosong berbunyi nyaring tanpa adanya suara yang menggema kembali., bagaikan sesuatu yang bertalu setelah itu hilang  .   Apakah korban-korban akan terus dibiarkan bergelimpangan tanpa masa depan dan meninggalkan trauma seumur hidupnya?

                Namun, petisi tinggal petisi jika pemangku  eksektif, judikatif  tidak bergeming.  Mereka tak juga bergerak dan tak melakukan suatu tindakan yang seharusnya benar dilakukan.  Pelaku dari kekerasan seksual tidak boleh dibiarkan terus menerus menikmati hukuman yang sangat ringan. Sementara korban trauma  pelecehan seksual yang kebanyakan adalah anak-anak akan menghadapi trauma seumur hidupnya.  Bukah hanya trauma tetapi masa depan yang hancur sama sekali.  Anak yang jadi korban harus dikeluarkan dari sekolahnya. Sekolah merasa  tidak bertanggung jawab atau secara sosial telah ikut menghukum anak dengan tidak memperbolehkan anak kembali bersekolah. Anak telah kehilangan identitas dirinya, sekarang dia kehilangan masa depannya dengan dikeluarkan dari sekolahnya.  Apakah  ada keadilan bagi anak yang mengalami  kekerasan seksual?    

                Lebih menyedihkan kembali  adanya pernyataan dari seorang pejabat dari Kementerian Pendidikan pada suatu kasus kekerasan seksual yang menyalahkan korban.  Seolah-olah korban sengaja memakai  rok pendek dan tak senonoh yang menggoda pelaku.   Dalam hal telah terjadinya peristiwa sebaiknya tak mengatakan apapun atau menghakimi korban.  

                Sebagai orangtua , saya tak memerlukan petisi yang tak bergaung.    Tetapi saya ingin memberikan sedikit kontribusi terhadap  masalah kekerasan seksual  terhadap anak dalam skala kecil yang dapat saya lakukan.    Dalam facebook, saya tulis di  timeline.    Saya  ingatkan kepada para orangtua  benteng dari kekerasan seksual terhadap anak adalah keluarga.   Keluarga merupakan bagian terpenting bagi anak.  Hubungan yang dekat antara orangtua dan anak.  Anak tak takut untuk berbicara, berkomunikasi dengan orangtua jika ada masalah. Mereka tak lari dari keluarga jika menghadapi masalah.   Mereka tak mencari solusi di luar keluarga.   Orangtua yang membekali anak-anaknya dengan pendidikan seksual sejak dini.   Untuk anak perempuan, mereka harus mengerti dan memahami betapa mereka harus menghargai  tubuh mereka.  Tidak seorangpun yang dapat melakukan hal-hal yang diluar kesopanan  .Menjaga  tubuh dan menghargai tubuh sangat penting.  Pendidikan seksual bukan hal yang tabu karena lebih baik anak mendapat pendidikan seksual dari orangtua daripada dari oranglain yang belum tentu benar.   
              Tentu kita tak dapat menunggu sekolah atau pendidikan lain untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak.   Tak kalah penting adalah anak harus diperingatkan agar berhati-hati  terhadap godaan dan rayuan serta iming-iming dari orang untuk memberikan sesuatu, mengajak berkencan dengan orang asing melalui  perkenalan facebook.   Banyak hal yang dapat dilakukan seorang ibu untuk menjaga dan membentengi agar anak selalu sadar akan bahaya untuk keselamatan dirinya.   Secara singkat inilah tips bagi para ibu untuk mengingatkan anak-anak terhadap kekerasan seksual:

Cara  perlindungan keluarga terhadap anak agar jangan timbul kekerasan :
  • Pelaku pelecehan seksual biasanya adalah orang dekat dengan anak anda
  • Jadilah orangtua yang terbuka dengan anak sehingga masalah apapun anak mau mengemukakannya
  • Mengatakan “tidak” terhadap orang yang tak dikenal yang mengajak pergi ke suatu tempat
  • Kenyaman berkomunikasi dengan orangtua
  • Mengetahui tanda-tanda kalau anak sudah dilecehkan
Benteng  perlindungan adalah keluarga.   Apakah ini sudah cukup terjamin?    Tentu tidak, karena di luar sana masih banyak berkeliaran orang-orang yang  masih mengaum, mencari korban untuk korban berikutnya.   
Tugas dari pemegang eksekutif dan judikatif untuk merumuskan suatu undang-undang yang lebih tegas, hukuman yang lebih berat bagi pelaku kejatan seksual terhadap  anak. Cepat bertindak dalam amendemen Undang Undang  No.23 tahun 2002.

                Jangan biarkan generasi Indonesia  hilang karena anak-anak yang traumatis akibat pelecehan tak bisa menemukan keamanan diri secara sosial dan hukum,  penerimaan  dan pengakuan sosial, terbuang tanpa masa depan yang jelas.
Negara harus melindungi, negara harus menjadi tempat aman bagi setiap anak Indonesia

Sabtu, 29 Juni 2013

CERDAS BERSAMA CEREBROVIT X-CEL



                   Edukasi agar orangtua menjadi orangtua cerdas memang sangat penting.   Pada saat Helsa masih umur balita sekitar 2-5 tahun, dia sering menderita batuk, pilek, dan demam.  Tiada pilihan setiap kali sakit, saya selalu membawanya ke dokter.  Sakitnya hampir dapat dihitung tiap tiga bulan sekali.  Dapat dikatakan bahwa saya menjadi orangtua yang paranoid.  Sedikit pilek atau batuk, segera lari ke dokter.  Tiada pilihan selain ke dokter karena saya ibu yang bekerja.    Perasaan bersalah akan terus berlanjut ke kantor jika dia tak dibawa ke dokter. Begitu ke dokter, mendapat resep, dan minum obat, serasa perasaan salah telah hilang ketika harus berangkat bekerja.

                Di luar dugaan setelah Helsa menginjak umur 10 tahun.  Saya mulai mempelajari  ternyata perasaan bersalah itu sungguh mengorbankan  anakku Helsa.   Berapa banyak obat yang telah terlanjur diminumnya.  Dia menjadi imun terhadap obat yang sama yang diminumnya berkali-kali.  Sebagai orangtua, saya sampai telah mempunyai catatan yang sangat memalukan.  Bagaimana tidak. Ada 10 dokter anak yang telah saya kunjungi.   Kenapa ?   Ketika pertama datang ke dokter anak A, saya tak menemukan kesembuhan dalam jangka waktu cukup panjang sekitar 1 – 2 bulan.  Obat yang diberikan hampir sama oleh dokter A.  Kemudian,  saya mencoba ke dokter B .  Pengalaman yang sama terhadap dokter A terjadi juga pada dokter B.   O....dengan tak sengaja aku telah membuat kelinci percobaan terhadap anakku.  Sampai akhirnya, aku bertemu dengan seorang dokter alergi yang menemukan bahwa anakku  itu memiliki alergi, dingin, seafood dan debu.     Saran dari dokter alergi adalah anakku harus menghindari pemicu dari alergi itu dan yang utama adalah harus minum vitamin untuk daya tahan tubuhnya.

                Kesadaranku yang terlambat ini tak membuat diriku menyesal.  Sejak saat itu aku selalu mengikuti jurnal-jurnal dari pabrik farmasi untuk segala vitamin .   Sadar pentingnya  vitamin buat anakku.  Aku harus membaca dan mengenal vitamin apa yang harus kuberikan untuk Helsa.

                Rupanya, secara tak sengaja kami sedang berjalan-jalan ke suatu mall.  Tujuan utama untuk beli vitamin untuk Helsa.  Ketika kami berada di  suatu toko farmasi yang menjual beberapa vitamin.  Aku yang telah mengantongi beberapa nama vitamin yang harus dibeli.   Ternyata Helsa menunjuk suatu vitamin.    O...apa yang ditunjuk adalah  Cerebrovit X-Cel.     Kuintip nama-nama vitamin yang telah kubawa.   Memang anak ini mempunyai  perasaan kuat sama dengan ibunya.  Langsung kubeli dan minta Helsa untuk mengonsumsinya.

                Kegiataan Helsa sejak SMP, begitu ketatnya. Selain pelajaran yang sangat berat , dia juga harus belajar extra keras untuk bisa tetap mempertahankan nilainya .  Dia berhasil mendapat ranking 4 pada saat SMP.     Prestasi belajarnya memang ditunjang dengan  vitamin  Cerebrovit X-Cel.  Sambil belajar, dia juga perlu istirahat, berlatih terus dan bergaul dengan teman-temannya.  Kelihatan sekali dampak kesehatannya yang melesat. Tak pernah sakit berat, kecuali sakit  campak.

                Menuju jenjang SMA, inilah perjuangan berat bagi Helsa.  Adaptasi  sosial bersama teman baru.  Adaptasi pelajaran yang berbeda dengan pola belajar  SMP. Makin banyak dan berat pelajaran di SMA.   Standard dan prestasi sekolah untuk kenaikan, apalagi dia ingin sekali dapat masuk ke bidang science, membuatnya  stres berat.
 
                Kesehatan itu yang membuat saya sangat memperhatikan dirinya.  Percuma jika dia cape belajar pada akhirnya harus sakit.    Setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah, setelah sarapan pagi, saya menyisipkan satu buah .  Dampaknya  sungguh hebat sekali.   Ketika menghadapi ujian sekolah, ujian nasional, saya ikut stres karena bahan-bahan pelajaran yang sangat banyak ditambah dengan modul.  Persiapannya hampir tiga bulan sebelum ujian. Tetapi tiap hari saya tak lupa memberikan VITAMIN yang tak boleh dilupakan, yaitu  Cerebrovit X-cel.   Ketahanan phisik harus ditunjang dengan  vitamin jika ingin maksimal.

                Saya sangat  bergembira karena Helsa  berhasil menyelesaikan ujian sekolah, nasional dengan nilai yang bagus. Bahkan dia ditawari untuk mendapatkan bea-siswa di Singapore dalam bidang design.  Namun mengingat waktunya yang cukup banyak.  Helsa memilih untuk mengambil kuliah di negara kangguru.

                Nach, sekarang masalahnya : perubahan udara dan cuaca di negara Kangguru serta tidak adanya vitamin Cerebrovit X-Cel di negara tersebut.  Terpaksa tiap kali teman Helsa kembali ke Indonesia, saya ikut titip.  Bulan Juni ini adalah bulan yang terdingin di Melbourne.  Tak sanggup kedinginan jika tak mengkonsumi vitamin.  Untunglah dia selalu mengkonsumi CEREBROVITX-Cel.  Ketika libur satu minggu, dia ingin melihat secara jelas apa dan bagaimana manfaat dari CEREBROVIT X-Cel.   Ternyata mudah kok,  coba lihat di Link Facebook  Cerebrovit X-Cel dan Twitter X-Celbrain :
                https://twitter.com/xcelbrai
Dia juga ingin melengkapi pengetahuan tentang Cerebrovit X-Cel dengan melihat kandungan dari Cerebrovit X-Cel. . Ternyata multi-vitamin ini sangat lengkap kandungannya:
L-Glutamic Acid  200 mg
Vit B1      5 mg
Vit B6      2 mg
 Vit B12   1,5 mg
Vit C    60 mg
Vit E    30 mg
 Zn    15 mg
Se    50 mg
Folic Acid  150 mg



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba  blog: Beri Cerebrovit X-Cel untuk Buah Hati

Minggu, 24 Februari 2013

TIPS JITU CARA MENGATASI ANAK SUSAH MAKAN



            Beberapa keponakan saya yang memiliki balita, sering mengeluh kepada saya:  “Tante bagaimana nih Icha (anak wanitanya),  ngambek tak mau makan”.    Ceritanya berlanjut, saya sudah mengatasinya dengan berbagai cara loh, tante.  Sebagai contoh, saya telah bawa dia ke restoran yand dia sukai.  Saya suruh dia pilih menu kesukaannya.   Memang saat itu, makannya semangat sekali.    Tapi khan saya bisa bangkrut  jika tiap kali harus masuk ke restoran untuk makan siang, malam tiap hari”, imbuhnya.

            Keluhan tetangga saya,  memiliki seorang balita, lelaki,  Boy berusia 4 tahun.   Bahkan susternya sampai membawa makanan itu ke luar rumah.    Sambil memberikan makan di jalan, Boy mengelilingi kompleks dengan sepedanya.  Setelah makanan habis, barulah mereka pulang ke rumah.

            Teman saya juga jengkel dengan cucunya.  Ketika makanan sudah disuapkan ke mulut si Dera,  makanan itu sama sekali tak dikunyah, tetapi diemut atau didiamkan saja.   Dengan diimingi-imingi akan diajak pergi ke mall, jika selesai makan, dia tetap saja tak bergeming.  Makannya dapat berjam-jam.

            Akhir-akhir ini, banyak masalah mengenai susahnya menghadapi anak balita yang tak mau makan.   Padahal pemerintah sendiri sudah mencanangkan Pekan Sarapan nasionalatau disingkat menjadi Pesan.   Pentingnya sarapan bagi anak-anak untuk menyeimbangkan gizi dalam tubuh kita.Apabila anak susah makan, kita tentunya harus mencari solusi  dalam mencari makanan favorit anak.   

Berikut ini adalah tips pintar untuk mengatasi susah makan bagi anak anda:
  1. Mengajak anak dengan pendekatan yang sangat baik tanpa paksaan. Menggunakan suara lembuat dan menjelaskan artinya makan untuknya.
  2. Membiarkan anak makan sendiri.  Apabila sudah dapat memegang sendok sendiri, berikan anak makanan yang dapat dipegang atau mudah untuk menyuap sendiri.  Lebih nyaman bagi anak jika diberikan high chair atau kursi khusus anak.
  3. Mengajak anak terlibat dalam cerita, pembicaraan yang dapat dinikmatinya di meja makan.
  4. Melibatkan anak menyiapkan makannya sendiri.  Biasanya anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.  Oleh karena itu dia akan lebih antusias menikmati makanan.
  5. Memberikan variasi makanan, hindari makanan dengan menu yang sama. Dengan bervariasi makanan, menghindarkan anak dari kekurangan zat giti tertentu dan menjadikan anak mengenal beragama makanan, anak tak menyukai satu atau dua jenis makanan saja.
  6. Menyajikan makanan semenarik mungkin, baik dalam bentuk tekstur,rasa, warna.  Gunakan perlengkapan makan dengan bentuk dan warna yang menarik serta berlabel food grade sehingga aman dan tak mencemari makanan bayi.
  7. Memberikan kesempatan anak memilih menu yang disukai. Mengganti dengan yang lain jika ia tak menyukai makanan.   Patut diingat pilihan makanan yang disukainya harus mengandung gizi seimbang.
  8. Makanlah bersama keluarga sesering mungkin. Anak akan melihat orangtuanya makan makanan sehat dan menikmati makanannya sehingga ia mendapat contoh pola makan yang baik dan sehat. Keakraban keluarga juga membuat anak merasa disayangi oleh orangtuanya dan nafsu makannya akan meningkat
  9. Bagi ibu bekerja, pagi hari sungguh hectic. Bersiap diri untuk pergi ke kantor sekaligus menyiapkan segala keperluan suami dan anak, termasuk menyiapkan sarapan. Buatlah makanan sehat  dalam waktu 15 menit karena semua bahan-bahan telah disiapkan satu hari sebelumnya. Selain mudah dan cepat, nilai gizi seperti karbohidrat, protein hewani yang baik untuk pertumbuhan dan produktivitas, protein nabati dan kalsium yang baik untuk tulang dan gigi pun terpenuhi. Yang lebih spesial lagi, aneka sarapan ini menggunakan Honey Mustard. Bukan hanya melengkapi gizi bagi anak-anak Anda, namun juga lebih nikmat.
  10. Dan tak kalah penting, perkembangan otak melalui Seven Seas yang mengandung berbagai macam multi vitamin dari DHA,EP hingga vitamin A, D.
Jadilah pelopor orangtua yang punya solusi cara mengatasi anak susah makan, memberikan kebutuhan nutrisi, gizi dan stimulasi yang seimbang, jangan lupa  Seven Seas!

                                                              

Sumber:  Dono Baswardono Parenting

Selasa, 05 Februari 2013

DUKUNG KREATIVITAS BUAH HATI

Kreativitas anak usia balita harus diperhatikan dan dikembangkan secara dini.  Orang sering menyebut usia balita sebagai  "Golden age". Berikut ini bagaimana  menciptakan kreativitas anak dengan merangsang semua aspek perkembangan diri anak:

Motorik:
-  Bermain puzzle
-  Mengeluarkan mainan anak dari tempat mainan dan menyimpan di tempat mainan yang semula

Indera Penglihatan:
-  Belajar satu kata :   ikan, burung, bunga, ayam dan melihat objek yang dimaksud
-  Belajar satu warna :  merah,  hitam dan melihat objek yang mempunyai warna yang disebutkan

Indera Pendengaran:
-  Suara burung  :  tanyakan bagaimana bunyinya dan minta diulang kembali supaya anak tahu suara burung
-  Musik piano   :  tanyakan sekali lagi nama musik yang didengarnya.  Perdengarkan musik-musik yang lain.

Indera Penciuman:
-  Asah kemampuan membedakan bau-bauan seperti, bunga melati, mawar, pafrum
-  Awasi anak untuk tidak mendekati bau yang tajam seperti gas, obat-obatan

Indera Perasa
-   Makanan yang bervariasi, ada rasa manis, pahit, asam, asin
-   Ajak anak ikut memasak dan mencicipi apa yang dimasak
-   Ajak anak memilih bahan makanan di supermarket atau pasar untuk memasak makanan bergizi
-   Berikan multi vitamin yang mempunyai cita rasa enak seperti jeruk,  Seven Seas cocok sekali

Indera Peraba:
-  Mintalah menyentuh benda yang disembunyikan misalnya dibawah selimut
-  Ajak anak bermain pasir di pantai
-  Mengelus binatang piaraan seperti anjing, kucing, burung

Komunikasi:
-  Berikan kertas kosong, anak diminta untuk menulis surat kepada ayah, nenek,kakek boleh
   dalam bentuk gambar jika belum dapat menulis
-  Bermain telpon-telponan
-  Bermain peran, menjadi seorang polisi
-  Bermain petak umpat



Merangsang semua aspek diatas membuat anak anda menjadi anak aktif,  sesuai dengan usia perkembangannya.  Pengalaman saya dalam mendukung perkembangan anak saya yang tunggal, adalah memperhatikan dan melakukan semua aspek diatas dan tak lupa Seven Seas yang diminumnya  sehingga anak saya dapat menjadi seorang mahasiswi yang mempunyai kreativitas tinggi dalam bidang design.

Dukunglah kreativitas anak  terutama faktor yang tak kalah penting yaitu perkembangan otak melalui Seven Seas yang mengandung berbagai macam multi vitamin dari DHA , EPA hinggal vitamin A,D.  Jadilah orangtua yang sukses mendukung kreativitas anak anda dalam spesial momen penting ini.

             

Sumber:  Dono Baswardono Parenting                

Minggu, 03 Februari 2013

MENUMBUHKAN PERCAYA DIRI KEPADA ANAK


Suatu ketika seorang balita, sangat cerdas, berbakat  tenis sejak kecil.  Tiba-tiba dia tak lagi mau berlatih tenis, prestasi sekolahnya pun menurun.   Sang ibu sangat gusar dan mencoba mencari apa penyebab sang buah hati menjadi demikian. Penyebabnya  hampir tak dimengerti oleh ibu tersebut .   Tanpa disadarinya dia sering memarahi dan menuntut serta memberi kritikan yang pedas  ketika hasil atau latihan tenis anak tidak baik. Bahkan ketika guru les memberikan laporan kepada ibunya bahwa sang anak mulai tidak mempunyai perhatian untuk belajar, ibu segera bereaksi untuk memarahi anak.  Bukan kritik yang membangun yang diberikan. Tapi kritik pedas dan makian serta marah yang diberikan oleh ibu membuat anak tak punya percaya diri kepada kemampuan yang dia miliki.  Sayang bukan?
             
Percaya diri bukan milik seorang dewasa. Seorang anakpun dalam perkembangannya harus mempunyai rasa percaya diri.
Apakah ciri-ciri seorang anak mempunyai rasa percaya diri?
1.   Tidak takut mengemukakan pendapat, baik itu salah maupun benar.
2.   Mampu mengatasi tekanan penolakan dari keluarga,teman,lingkungan sekitarnya. 
3.      Mampu mengatasi kesulitan tanpa merasa dunianya sudah runtuh karena sulit itu
4.      Berprestasi baik untuk menunjukkan bahwa dia anak yang melakukan terbaik

Percaya diri bukan sesuatu yang sulit dilakukan oleh orangtua kepada anaknya.  Namun, sering  terjadi orang tua tidak menyadari bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri kepada anaknya. Bahkan orangtua hanya membiarkan anaknya bertumbuh tanpa rasa percaya diri.   Dalam dunia yang penuh dengan tantangan, kompetisi, anak harus mampu mengatasi kesulitan dan mampu melihat potensi kemampuan yang dimilikinya.  Jika tidak, anak akan terlindas oleh orang lain yang memiliki rasa percaya diri.

            Orang tua tidak perlu memprotes apa yang tak disukainya.  Lebik baik menanyakan apa maksud anak melakukan hal itu atau mengatakan hal itu. Setelah mendapat masukan berikan rekomendasi bukan kritikan, apalagi kritikan yang pedas
.
1.      Disiplin dan konsisten
Dalam pengasuhan terhadap anak, orang tua harus punya pola pengasuhan disiplin dan konsisten yang tinggi.  Ketika orang tua telah menetapkan sesuatu aturan, katakan ibu minta kamu pulang malam paling lambat pukul 22.00. Jika ada masalah sebaiknya kamu memberitahukan dulu apa sebabnya.   Aturan ini jangan sampai dilanggar baik oleh ibu maupun anak itu sendiri.  Ketika anak pulang pukul 23.00 tetapi ibu tak menegur sama sekali bahkan tak memberikan sangsi, maka anak mengganggap aturan itu sebagai yang tak punya kekuataan hukum dari orang tua yang tak konsisten. Disiplin terus ditegakkan. Jika aturan dilanggar, anak harus mengetahui apa sanksinya. Bukan hukuman phisik tetapi hukuman tidak boleh mendapatkan apa yang dimintanya lagi.

2.      Menunjukkan bahwa anak mempunyai kemampuan
Anak saya ketika diterima sebagai murid cadangan  di sebuah Sekolah Menengah Atas ternama dan beragama , merasa tidak mampu mengalahkan teman-temannya yang diterima sebagai murid secara langsung.  Seolah-olah dia adalah anak “buangan”.  Saya terus memberikan motivasi dan menunjukkan kepadanya dia mampu menjadi murid yang berprestasi  setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun diberikan motivasi dan bukti.
Tak ada yang tak dipungkiri ketika dia sendiri melihat dan membuktikan bahwa dirinya bukan murid buangan, ketika rasa percaya dirinya sudah mulai tumbuh.

3.      Tahan mengatasi kesulitan
Ketika percaya diri sudah tumbuh, akan datang kesulitan-kesulitan, apakah itu bentuknya pelajaran, adaptasi aspek kehidupan yang tak sesuai dengan keinginannya.   Tidak mudah bagi mereka yang tak punya percaya diri untuk menghadapi kesulitan. Mereka mudah gentar dan cepat putus asa.  Namun, bagi yang percaya diri, kesulitan adalah tangga suatu kesuksesan. Dihadapi dengan sangat tegar dan ketika dia telah dapat melewatinya, sukses akan menggapainya.


4.      Tidak mempermalukan didepan teman-temannya
Orangtua seringkali lupa jika dia ingin memberikan pendapat yang sifatnya merendahkan anaknya, dikatakan langsung dihadapan teman-temannya.  Bagi seorang anak, teman-temannya adalah “hero”. Jika dia mendapat pukulan didepan  orang yang dianggapnya sebagai “hero”, maka dia merasa hancur sekali .  Bahkan dia merasa tak berharga sebagai manusia.

5.      Jika ada kesalahan panggilah anak ditempat tertutup
Tentu seorang anak pernah berbuat kesalahan dalam perkataan atau perbuataan. Sebaiknya orangtua memanggil anak  dan membawanya di tempat yang tertutup.  Berbicaralah dari hati ke hati di tempat tertutup supaya anak lebih terbuka untuk mengatakan dan ibu dapat memberikan nasehat yang tepat dan leluasa tanpa meremehkan anak.

6.      Menghargai ide
Orangtua harus menghargai ide seorang anak.  Walaupun seorang anak itu belum berpengalaman tau belum mempunyai pengetahuan cukup, tetap saja dia adalah seorang ciptaan Tuhan yang idenya harus tetap dihargai.  Penghargaan akan membuat seorang anak menjadi dan merasa menjadi orang yang dipercayai.

Jakarta, 13 Desember 2012
Ina Tanaya